Minggu, 12 Juni 2011
catatan Si Cengeng: Sayang, Bolang Tidak Masuk Hari Ini..
catatan Si Cengeng: Sayang, Bolang Tidak Masuk Hari Ini..: "si Bolang terlihat masih duduk santai di teras sebuah rumah yang terlihat lapuk dan rapuh, padahal waktu itu jam sudah menunjukkan pukul..."
Sayang, Bolang Tidak Masuk Hari Ini..
si Bolang terlihat masih duduk santai di teras sebuah rumah yang terlihat lapuk dan rapuh, padahal waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 06.15 WIB. sambil mengenakan seragam sekolah yang tampak sudah lama tidak dicuci dan dengan sepatu lusuh yang terlihat sudah tak layak untuk dipakai, ia tertunduk lesu....
keadaan tersebut membuat aku bertanya kepadanya... "Lang, apakah kamu tidak masuk sekolah hari ini..?"
tanpa menjawab, ia mengarahkan pandangan kepadaku dengan mata berkaca seakan sudah letih membendung air mata.
dengan penuh rasa penasaran akupun kembali bertanya..., "Ada apa denganmu??"
dengan nafas terpaksa iapun berkata..."Aku Malu..."
Setelah kata Malu tersebut keluar Bolang pun menjelaskan alassanya kepadaku. Ia tidak masuk sekolah hari ini karena orang tuanya tidak memberikan Uang SPP yang telah 1 Semester tidak dibayarkan. Bolang malu karena hari ini ada pelajaran Matematika dimana yang mengajar adalah Wali Kelasnya sendiri, maka sudah pasti ia akan ditagih mengenai kekurangan Administrasi sekolah.
hal tersebutlah yang membuat Bolang malu untuk bersekolah hari itu...,
Disekolah Bolang sangat dikenal oleh Bapak dan Ibu Guru. Selain karena sering dipanggil mengenai masalah Administrasi, ia dikenal karena selalu masuk pukul 06.00 WIB di sekolah. Ia selalu masuk bersama dengan pak Satpam yang bertugas membuka gerbang Sekolah. Dikelas ia Selalu mendapatkan ranking 2 walaupun nilainya merupakan nilai tertinggi di kelas. penyebabnya adalah Bolang yang kadang tidak hadir ke sekolah tanpa keterangan. Bukan membolos, tetapi karena ia harus membantu Bapaknya menggarap sepetak ladang yang sebenarnya bukan milik Bapaknya.
1 minggu lagi harusnya Bolang mewakili sekolah untuk mengikuti lomba Matematika di tingkat Kabupaten. Namun, sanggupkah ia mengikutinya....?
dari cerita diatas jelas bahwa Semangat Belajar Bolang harus tersisih karena massalah Ekonomi.
haruskah hal tersebut teru dan terus terjadi??
APa yang bisa kita lakukan untuk Mereka?? Tidak Adakah??
bolang mungkin merupakan satu dari Ribuan bibit Emas yang harus berkarat dan meredup sinarnya sebelum berubah menjadi Perhiassan dengan Nilai Jual yang tinggi....
Sabtu, 11 Juni 2011
catatan Si Cengeng: Mawar Untuk IBU
catatan Si Cengeng: Mawar Untuk IBU: "Suatu siang terlihat Seorang Pria dengan membawa tas kerja sambil menelpon turun dari mobil dengan tergesa gesa masuk kesebuah Toko Roti..."
Mawar Untuk IBU
Suatu siang terlihat Seorang Pria dengan membawa tas kerja sambil menelpon turun dari mobil dengan tergesa gesa masuk kesebuah Toko Roti. Waktu itu adalah saat menjelang Lebaran, dan Pria tersebut bermaksud untuk mengirimkan lewat Pos bigkisan kesukaan Ibunya yang tinggal di kampung halaman yang terletak di Kota Seberang dari tempat tinggalnya sekarang. sebelum masuk ke toko roti, langkah pria tersebut terhenti di tempat penjaja Bunga di pelataran. ia melihat seorang Gadis cantik (yang merupakan teman semasa kuliah dulu) menangis menatap sebuah bunga yang hampir layu yang dijajakan.
setelah cerita lalu dilanjutkan, pria tersebut bertanya "Ada apa dengan mu?"
"Aku ingin sekali memberikan bunga mawar indah itu untuk Ibu"
"seumur hidup, saya belum pernah memberikan Bungan seindah itu untuk Ibu"
"kenapa tidak kamu beli saja" tutur pria tersebut sambil tersenyum kepada sang gadis.
"Uang saya tidak cukup" ucap sang gadis dengan wajah yang semakin sedih.
"ya sudah, pilih saja, saya akan membayarnya untukmu" tutur sang pria menawarkan bantuan.
Akhirnya sang Gadis mengambil salah satu bunga, dan si Pria pun menawarkan tumpangan kepada si Gadis menuju rumah. si Gadis pun menyetujuinya.
Keduanya melaju dengan mobil menyusuri jalan sesuai dengan arahan si Gadis. hati sang Pria tersebut akhirnya terperanjat ketika ia sadar bahwa sang Gadis mengarahkannya menuju ke kompleks Pemakaman Umum.
setelah memarkir mobil, Pria itu mengikuti langkah si gadis. dengan terharu dan menitikan air mata si gadis berhenti di depan nisan kayu yang sudah tampak rapuh dan kemudian Ia meletakkan karangan bunga yang dibawanya. itu merupakan makam dari Ibu si Gadis, Ibu yang memang belum pernah dilihat Gadis itu seumur hidupnya. seorang Ibu yang meninggal Saat melahirkan Anaknya.
Melihat kejadian itu, setelah mengantarkan pulang si Gadis ke rumah. Pria tersebut membatalkan niatnya untuk membeli dan mengirimkan bingkisan kepada Ibunya.
siang itu juga, pemuda sukses itu langsung memacu kencang mobilnya.... pulang kerumahnya... untuk melihat wajah sang Ibu yang telah 3 tahun tidak dikunjunginya karena kesibukannya dengan pekerjaan di kota. sesampai di rumah, pria itu bersujud dan mencium kaki sang ibu dan kemudian memeluk erat tubuh dan hati lembutnya . . . .
teman - teman..., selagi masih ada kesempatan..., muliakanlah Ibu kalian...., karna Ibu adalah malaikat yang telah Allah ciptakan untuk menemani kita di Dunia...
Untuk IBU saya di Surga..., Terimakasih BU..., Aku Sayang Ibu...,
Do'a ku kan slalu ku lantunkan untukmu...
IBU
Jumat, 10 Juni 2011
Sadarkah bahwa . . . . , Kita Punya Kesempatan Mencoba
Kita mungkin pernah memiliki angan – angan mengenai berbagai hal yang ingin kita capai. Namun hanya sebagian kecil dari kita yang memiliki keberanian untuk mencoba menggapai angan – angan. Penyebabnya adalah rasa khawatir akan kegagalan, yang kadang membuat kita mengurungkan niat untuk mencapai angan – angan.
Bukankah kita memiliki kesempatan untuk mencoba....
Tanpa mencoba apakah kita akan berhasil mencapai apa yang kita harapkan?
Dengan mencoba kita akan dihadapkan pada dua sisi yaitu keberhasilan dan kegagalan, dimana Kedua hal tersebut bagaikan dua sisi mata uang. Dengan menjauhi Kegagalan maka otomatis kita juga akan menjauhi keberhasilan.
Intinya adalah jika kita memiliki kebaranian untuk mencoba maka kita akan memiliki dua kesempatan yaitu “KEBERHASILAN” atau “KEGAGALAN”. Namun jika kita tidak berani mencoba sudah pasti hanya “KEGAGALAN” yang akan kita dapat.
Kenapa kita harus takut akan kegagalan??
Bukankah kalau dengan berani mencoba kita mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan “KEBERHASILAN” atau “KEGAGALAN”? jika kita sudah pernah mengalami “KEGAGALAN” maka kesempatan untuk mencapai ”KEBERHASILAN” akan semakin besar.
Maka sadarlah bahwa kita harus mencoba, menggunakan kesempatan untuk meraih apa yang kita impikan...
Cobalah untuk meraih Impian kita...,
Kalaupun kita gagal, ingatlah bahwa kita masih memiliki kesempatan untuk mencoba yang ke2 kalinya..., jika masih gagal, kita juga masih punya kesempatan untuk mencoba yang ke3 kalinya...., dan seterusnya.... bukankah kita ingin berhasil??
Jika ya, maka jangan berhenti mencoba sebelum BERHASIL. Karena kegagalan adalah hal yang akan mengantarkan kita menuju KEBERHASILAN.
Hidup kita akan terasa sia-sia jika kita membuang kesempatan kita untuk mencoba meraih Keberhasilan.
Selamat mencoba !!
Kamis, 09 Juni 2011
Badai Pasti Berlalu
Pada suatu waktu, kami bekendaraan menuju ke suatu tempat.
Dan aku yg mengemudi. Setelah beberapa puluh kilometer, tiba-tiba awan hitam
datang bersama angin kencang. Langit menjadi gelap. Kulihat beberapa kendaraan
mulai menepi & berhenti.
"Bagaimana Ayah? Kita berhenti?", aku bertanya.
"Teruslah mengemudi!", kata Ayah.
Aku tetap menjalankan motorku.
Langit makin gelap, angin bertiup makin kencang. Hujanpun turun.
Beberapa pohon bertumbangan, bahkan ada yg diterbangkan angin. Suasana sangat
menakutkan.Kulihat kendaraan² besar juga mulai menepi & berhenti.
"Ayah...?"
"Teruslah mengemudi!" kata Ayah sambil terus melihat ke depan.
Aku tetap mengemudi dng bersusah payah.
Hujan lebat menghalangi pandanganku sampai hanya berjarak beberapa meter saja.
Anginpun mengguncang²kan mobil kecilku.
Aku mulai takut.
Tapi aku tetap mengemudi walaupun sangat perlahan.
Setelah melewati beberapa kilometer ke depan, kurasakan hujan mulai mereda & angin
mulai berkurang. Setelah beberapa killometer lagi, sampailah kami pada daerah yang
kering & kami melihat matahari bersinar muncul dari balik awan.
"Silakan kalau mau berhenti dan keluarlah", kata Ayah tiba².
"Kenapa sekarang?", tanyaku heran.
"Agar engkau bisa melihat dirimu seandainya engkau berhenti di tengah badai".
Aku berhenti & keluar. Kulihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung.
Aku membayangkan mereka yg terjebak di sana dan berdoa, smg mereka selamat.
Dan aku mengerti bahwa
Dan aku yg mengemudi. Setelah beberapa puluh kilometer, tiba-tiba awan hitam
datang bersama angin kencang. Langit menjadi gelap. Kulihat beberapa kendaraan
mulai menepi & berhenti.
"Bagaimana Ayah? Kita berhenti?", aku bertanya.
"Teruslah mengemudi!", kata Ayah.
Aku tetap menjalankan motorku.
Langit makin gelap, angin bertiup makin kencang. Hujanpun turun.
Beberapa pohon bertumbangan, bahkan ada yg diterbangkan angin. Suasana sangat
menakutkan.Kulihat kendaraan² besar juga mulai menepi & berhenti.
"Ayah...?"
"Teruslah mengemudi!" kata Ayah sambil terus melihat ke depan.
Aku tetap mengemudi dng bersusah payah.
Hujan lebat menghalangi pandanganku sampai hanya berjarak beberapa meter saja.
Anginpun mengguncang²kan mobil kecilku.
Aku mulai takut.
Tapi aku tetap mengemudi walaupun sangat perlahan.
Setelah melewati beberapa kilometer ke depan, kurasakan hujan mulai mereda & angin
mulai berkurang. Setelah beberapa killometer lagi, sampailah kami pada daerah yang
kering & kami melihat matahari bersinar muncul dari balik awan.
"Silakan kalau mau berhenti dan keluarlah", kata Ayah tiba².
"Kenapa sekarang?", tanyaku heran.
"Agar engkau bisa melihat dirimu seandainya engkau berhenti di tengah badai".
Aku berhenti & keluar. Kulihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung.
Aku membayangkan mereka yg terjebak di sana dan berdoa, smg mereka selamat.
Dan aku mengerti bahwa
jangan pernah berhenti di tengah badai karena akan terjebak dalam ketidakpastian & ketakutan kapan badai akan berakhir serta apa yg akan terjadi selanjutnya.
Jika kita sedang menghadapi "badai" kehidupan, teruslah berjalan, jangan berhenti,
Jangan putus asa karena kita akan tenggelam dalam keadaan yang terus kacau, menakutkan
& penuh ketidak-pastian.
Lakukan saja apa yang dapat kita lakukan, & yakinkan diri bahwa BADAI PASTI BERLALU.
Proses Adalah Hal Penting yang Mendasari Hasil Akhir
Sampai sekarang mungkin anda sudah banyak memakan makanan lezat, namun apakah anda perduli bagaimana proses pembuatan makanan tersebut....??
kadang kita hanya tertarik dari bentuk dan rasa makanan tersebut..., bagaimana dengan dampak pada kesehatan dan kebersihan makanan tersebut....??
hal tersebut tak jauh berbeda dengan siswa jaman sekarang...,mereka hanya mengharapkan nilai bagus, lulus, dan mendapatkan prestasi. Mereka tidak mau menjalani proses yang baik untuk mencapai semua hal tersebut namun mereka cuma ingin mendapat hasil maksimal. apa akibatnya...??
mereka rela melakukan berbagai cara untuk mencapai tujuannnya tersebut..., tak perduli sesuai peraturan ataukah melanggar, tak perduli sesuai dengan ajaran agama atau tidak, serta mereka tak pernah perduli akan adanya pihak lain yang akan dirugikan untuk mencapai tujuan tersebut.
contohnya mungkin sudah sering anda lihat...... :
- kebiasaan mencontek pada siswa, membeli kunci jawaban yang belum tentu benar saat ujian
- kebiasaan copy Paste pada mahasiswa, bahkan ada mahasiswa yang berani membayar mahal Pembimbing dari luar Universitas untuk membantu membuatkan Tugas akhir, Skripsi.
Apakah kita tak pernah sadar bahwa proses selalu berada didepan sebelum hasil akhir. jadi, kualitas dari suatu proses sangat berpengaruh dengan hasil akhir yang akan dicapai.
jika kita ambil contoh pada kontruksi sebuah rumah, proses merupakan bentuk rancangan dasar dari sebuah rumah, yang meliputi pembentukan desain dan pemilihan bahan bangunan.
sedangkan hasil akhir hanyalah bentuk Rumah jadi yang belum jelas kualitas bahan bangunan yang digunakan serta kontruksi rumah tersebut.
jadi bisa saja sebuah rumah terlihat bagus tetapi cuma bertahan 13 tahun setelah itu rubuh karena proses pembuatan yang asal - asalan.
jika diperjelas Proses adalah hal terpenting dibanding Hasil Akhir....
sebaik baiknya proses memang belum tentu menciptakan Hasil Akhir, namun hal tersebut akan bersifat kekal dan mendasar yang jika kita memperbaiki proses tersebut pasti hasil akhir juga akan maksimal.
berbeda dengan hasil akhir maksimal tanpa didasari proses yang baik, semua hanya kemasan belaka tanpa dasar, tak membekas dan tidak akan berkembang....
Mari Kita Utamakan Proses yang Baik dan Berkualitas untuk Mendapatkan Hasil Akhir yang Maksimal...... !!
Langganan:
Postingan (Atom)




